Sabtu, 11 Februari 2023

DISEMINASI BUDAYA POSITIF DI SMA NEGERI 11 SEMARANG

DISEMINASI BUDAYA POSITIF Oleh: Erna Setyawati, S.S., M.Pd. Calon Guru Penggerak Angkatan 7 Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 11 Semarang Diseminasi Budaya Positif yang saya lakukan di SMA Negeri 11 Semarang merupakan salah satu aksi nyata dalam modul 1.4 tentang Budaya Positif pada pelatihan pendidikan calon guru penggerak angkatan ke-7 yang saya lalui. Materi yang disampaikan adalah tentang perubahan paradigma dari stimulus respon ke pendekatan teori kontrol, disiplin positif dan nilai-nilai kebajikan universal; lima kebutuhan dasar manusia dan dunia berkualitas; Keyakinan/kesepakatan kelas; segitiga restitusi; teori motivasi, hukuman, penghargaan, dan restitusi. Materi yang sangat menantang untuk diterapkan di sekolah untuk mewujudkan merdeka belajar. Dengan mengubah paradigma kita sebagai pembelajar (pendidik/guru) dari stimulus respon ke pendekatan teori control, guru menjadi lebih humanis memandang pemelajar (murid). Sehingga hubungan sosial antara pendidik dengan murid menjadi harmonis. Sebagai contoh pendidik tidak akan langsung menyalahkan sikap murid yang salah, karena menurut teori kontrol setiap tindakan pasti ada tujuan, sehingga pendidik akan melakukan komunikasi dengan murid untuk menyelesaikannya. Dengan adanya disiplin positif maka baik pendidik maupun murid akan melakukan semua hal karena motivasi instrinsik, sehingga budaya disiplin di sekolah akan terwujud. Kemudian dengan memahami lima kebutuhan dasar manusia hubungan sosial pendidik dan murid akan lebih baik karena lebih memahami apa yang melatarbelakangi sikap yang dilakukan murid. Dengan adanya keyakinan kelas murid menjadi lebih terarah dan merasa nyaman untuk menentukan dan menjalani nilai-nilai yang dihargai, sehingga mudah untuk mengembalikan sikap murid ke arah yang lebih baik dan sesuai dengan nilai-nilai yang dihargai dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di masyarakat. Dengan adanya segitiga restitusi pendidik mempunyai strategi dalam menyelesaikan permasalahan yang muncul baik dari murid secara pribadi maupun masalah yang muncul antara murid. Diseminasi budaya positif ini diikuti oleh kepala sekolah, dan 15 guru SMA Negeri 11 Semarang, kegiatan dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 27 Januari 2023, pukul 12:30 sampai 15:30 WIB. Kegiatan dilaksanakan dengan saya sendiri sebagai narasumber. Diseminasi budaya positif dilakukan dengan susunan acara: pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, ice breaking, pemaparan materi, diskusi, tanya jawab, penguatan diseminasi budaya positif dari kepala sekolah SMA Negeri 11 Semarang. Dan Kegiatan diseminasi budaya positif tersebut berjalan dengan lancar. Berikutnya untuk rencana tindak lanjut adalah melakukan pengembangan dari penerapan budaya positif di lingkungan sekolah yang sudah berjalan dan mengembangkan budaya positif lainnya yang belum dikembangkan di SMA Negeri 11 Semarang. Untuk menanamkan disiplin positif terlebih dahulu harus ditanamkan nilai-nilai kebajikan universal, hal itu untuk mendorong agar motivasi datang dari dalam diri murid sendiri atau disebut dengan motivasi intrinsik. Menurut Diane Gossen ada tiga motivasi yang mendasari perilaku seseorang yaitu untuk menghindari ketidaknyamanan atau hukuman, untuk mendapatkan imbalan atau penghargaan dari orang lain, serta untuk menjadi orang yang mereka inginkan dan menghargai diri sendiri dengan nilai-nilai yang mereka inginkan. Motivasi yang terakhir itulah yang merupakan motivasi intrisik yang harus dikembangkan untuk menanamkan disiplin positif yang berasal dari dalam diri sendiri. Dan setiap manusia memiliki kebutuhan dasar (DR. William Glasser) yang harus dipenuhi yaitu kebutuhan bertahan hidup, kasih sayang dan rasa diterima, penguasaan, kebebasan dan kesenangan. Kemudian Ketika murid bertindak salah, pasti ada alasan yang mendasarinya. Sebagai seorang pendidik perlu mengidentifikasi kebutuhan dasar mana yang sedang murid ingin penuhi. Saat terjadi sebuah pelanggaran ada sebuah cara untuk menanamkan disiplin positif yaitu dengan Restitusi. Restitusi adalah proses menciptakan kondisi bagi murid untuk memperbaiki kesalahan mereka, sehingga mereka bisa kembali pada kelompok mereka, dengan karakter yang lebih kuat (Gossen; 2004). Ada lima posisi kontrol yaitu sebagai penghukum, pembuat rasa bersalah, sebagai teman, pemantau dan manajer. Posisi yang paling baik adalah posisi sebagai manajer karena di posisi ini guru berbuat sesuatu bersama dengan murid, memberi kesempatan pada murid untuk mempertanggungjawabkan kesalahannya, mendorong murid agar dapat menemukan solusi atas permasalahannya yang mereka alami secara mandiri sesuai dengan keyakinan murid. Langkah untuk melakukan restitusi ini dinamakan segitiga restitusi dengan tahapan menstabilkan identitas, validasi tindakan yang salah serta menanyakan keyakinan. Maka sebelum melaksanakan restitusi ini harus dibangun terlebih dahulu keyakinan pada diri murid, bentuknya bisa berupa kesepakatan/keyakinan kelas yang berasal dari pendapat murid-murid sendiri dalam satu kelas. Harapan saya dari kegiatan Diseminasi Budaya Positif ini dapat mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, dan mempunyai murid yang bahagia dalam belajar. Mempunyai iklim yang positif, baik guru, murid, dan kepala sekolah (semua warga sekolah) dan terjalin suatu hubungan yang harmonis. Serta pentingnya berkolaborasi antar semua warga sekolah dengan pemangku jabatan kepemimpinan demi masa depan bangsa yang lebih gemilang.

Selasa, 24 November 2009

5 Tips Hidup Sehat


  1. Anda ingin hidup sehat? tentu jawabnya "ya".
Semua orang hidup di dunia ini menginginkan kesehatan bagi dirinya. Bahkan orang ingin hidup seribu tahun lagi untuk dapat beribadah, menikmati hidup dan melihat anak cucunya tumbuh dan berkembang dengan kesehatan yang dimiliknya. Berikut ini adalah tips agar anda selalu hidup sehat dan dapat melakukan aktivitas sehari-hari dengan fit:
Lakukanlah semua kehidupan secara teratur
  1. Ibadah secara teratur dapat membuat kita sehat karena pikiran menjadi tenang dan hati menjadi bersih, sehingga hati kita terbebas dari yang namanya "penyakit hati."
  2. Istirahat secara betul yaitu anda harus benar-benar memperhatikan kata ini karena tubuh kita seharian penuh telah melakukan aktivitas, sehingga butuh istirahat. Ibarat mesin kalau tidak pernah diservis pasti akan cepat rusak dan tidak dapat dipakai lagi. Seperti juga pada tubuh kita ini harus direlaksasi dengan istirahat yang cukup. Dalam arti jangan melakukan aktivitas apapun kecuali "relax" setelah seharian beraktivitas.
  3. Tidur yang cukup, dalam sehari (24 jam) orang dewasa paling tidak harus tidur selama kurang lebih 7 jam sampai 8 jam. Terkadang kalau sudah asyik bekerja orang sering lupa untuk tidur, walau mata sudah mengantuk. Apalagi kalau sudah di depan internet, enggan untuk melakukan aktivitas lain.
  4. Makan yang cukup dan ada skala prioritasnya, makan tidak boleh ditunda-tunda. Hentikan semua aktivitas jika waktunya anda makan. Tubuh butuh nutrisi dan pelengkap untuk melakukan perputaran kerjanya. Semua itu kita dapatkan dari makanan yang kita makan. Jadi jangan sekali-kali anda menunda makan kalau ingin hidup sehat, karena jika salah satu organ tubuh anda rusak akan mempengaruhi organ tubuh yang lain. Sulit sekali untuk pulih kembali. Harus berusaha semaksimal mungkin, daripada mengobati silahkan anda mencegahnya dengan makan secara teratur!
  5. Positif Thinking, ini yang paling sulit anda lakukan, karena manusia hidup selalu berpikiran negatif, baik pada teman maupun pada diri sendiri. Contohnya: "jangan-jangan nanti aku nggak lulus ya!", "jangan-jangan aku dimarahi", "jangan-jangan aku tidak bisa melakukannya dan tidak diterima", ya begitulah dan sebagainya. "Eh, si ini lho, si itu lho sukanya cemberut padaku, paling dia tidak suka padaku, cemburu padaku, tidak suka pada kesuksesanku, paling dia iri." Nah, pemikiran-pemikiran yang semacam inilah yang membuat hormon adrenalin kita terpacu. Sehingga muncul penyakit jantung, cepat tua, mudah marah, cepat tersinggung, dll. Maka berpikirlah positif pada diri sendiri dan orang lain kalau anda ingin hidup sehat.